This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Album Photo

Kamis, 21 April 2016

Ilmu Padi; semakin berisi semakin merunduk



Padi yang sangat kita kenali sebagai makanan pokok, memiliki filosofi mendalam dan kerab menjadi prinsip hidup seorang manusia.
"Semakin berisi, semakin ia merunduk."
Jika kita kaji secara mendalam, padi yang merunduk bukan berarti menandakan bahwa seseorang yang berilmu harus diam dan tidak membagikan pengetahuan yang mereka miliki. Seseorang yang cerdas justru akan membagi ilmunya kepada orang lain dengan rendah hati dan tidak menjulang ke langit. Artinya, tidak hanyut akan pujian namun tetap mengembangkan potensi diri dan tidak merasa cukup dalam menggali kemampuan (skill) yang dimiliki.

1. Tetaplah dirimu menguning dengan terik matahari yang menyengat
     Meski terik matahari menyengat kulitmu, tetaplah berkilau dengan warna emas yang kau miliki. Artinya; meski beribu rintangan datang menghampirimu, mencaci maki dan merobek hatimu tetaplah berkarya. Tetaplah bekerja. Tunjukkan pada dunia jika kau mampu dan tidak mudah layu. Buktikanlah.
2. Tetaplah dirimu merunduk meskipun kau berisi
    Dengan berbagai kemahiran, pengetahuan yang  kamu kuasai. Rendah hatilah. Teruslah mencoba hal yang lain. Teruslah berbagi. Ingatlah ke bawah. Orang tuamu, kerabatmu dan saudara-saudarimu. Karena disaat kita melihat ke bawah, disitulah kita mengetahui bahwa banyak sekali insan yang membutuhkan kehadiran kita. Mereka membutuhkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang kita ciptakan.
3. Tetaplah menjadi seseorang yang dicari; kamu begitu berharga
   Siapa yang tidak mencari sesuap nasi? Padi? Semua orang mencarinya.  Artinya: tetaplah menjadi seseorang yang dicari karena kamu begitu sangat berharga bagi mereka. Tetaplah berkarya. :)

Rabu, 20 April 2016

Pelatihan Data Envelopment Analysis (DEA)

Serang, 20 April 2016

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, pada hari ini saya dipercayai oleh Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten untuk mengikuti Pelatihan Data Envelopment Analysis (DEA) oleh Bapak Aam Slamet P (konsultan smart, Bogor)

DEA adalah suatu teknik pemrograman matematika yang mengukur tingkat efisiensi dari unit pengambil keputusan (UPK) atau decision making unit (DMU) relatif terhadap UPK yang sejenis dimana semua unit-unit berada pada atau di bawah "kurva" efisiensi frontiernya.

Pendekatan ini pertama kali diperkenalkan oleh Charnes, Cooper, dan Rhodes pada tahun 1978. Semenjak itu penerapan semakin berkembang dengan pesat (Cevdet et al., 2000)

Data yang biasa digunakan adalah sekunder karena pendekatan pengukuran berupa Input dan Output.  Pendekatan sisi input digunakan untuk menjawab berapa banyak kuantitas input dapat dikurangi (modal, total cost, labor, capital, dll) sedangkan pendekatan sisi output digunakan untuk menjawab berapa banyak kuantitas output dapat ditingkatkan secara proporsional dengan kuantitas output yang sama. 

Dlihat dari aktivitas industri, terdiri dari tiga pendekatan untuk menentukan jenis output dan inputnya:
1. Production  (operational) Approach 
2. Intermediation Approach (untuk riset lembaga keuangan berbasis Bank dan sejenisnya)
3. Modern (Assets) Approach (Sekuritasi)

(dokumentasi saat pelatihan berlangsung)

(dokumentasi bersama pemateri *ditengah* Wadek II FEBI *sisi kiri pemateri* dan Wadek III *sisi kanan pemateri*)

Sekian dari saya, Semoga Bermanfaat :)

Pemadu Lagu Indonesia Raya Dalam Agenda Besar LP KPK


Serang, 19 April 2016

Hari ini, alhamdulillah saya dipercayai untuk memandu lagu Indonesia Raya di Hotel Marbella Anyer, pada agenda besar:
1. RAKERNAS (Rapat Kerja Nasional)
2. PELTIDAS (Pelatihan Tingkat Dasar)
3. DEKLARASI & Launching Koran News LP KPK (Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadlilan)

71 peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya adalah:
1. Jawa Barat
2. Jawa Timur
3. Jawa Tengah
4. Lampung
5. Aceh
6. Sulawesi Selatan
7. Bali
8. Jakarta
9. dan lain sebagainya

Pak Viola selaku ketua pelaksana, suatu kehormatan bagi saya bisa membersamai agenda ini. Terimakasih untuk Bapak/ Ibu yang telah membimbing saya. Pengalaman berharga yang tidak akan saya lupakan. :)

Rabu, 03 Februari 2016

Diklat Ekonomi Islam (DEI) se-Banten oleh FoSSEI Banten 29-31 Januari 2016

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillah Wa Syukurilah. Asyhadu Ala illa Ha Illallah. Allahu Akbar!
Ekonom Rabbani? Bisa!


Jum-at – Minggu, 29-31 Januari 2016 di Masji Al-Bantani KP3B; Diklat Ekonomi Islam telah dilaksanakan oleh FoSSEI (Forum silaturahim studi ekonomi islam) Banten, didukung oleh segenap KSEI (kelompok studi ekonomi islam) di Banten; IES Untirta, KES IAIN Banten, FEKS Wasfal, FES Unma, dan KESYA Latansa. Disponsori oleh; KA-FoSSEI, Yatim Mandiri, Kedai Desain, KS Industrial Water, Dompet Dhuafa Banten, dan BPN RI. Adapun susunan kepanitiaannya adalah sebagai berikut :

Pelindung : Allah SWT
Penanggung Jawab : Koordinator Regional FoSSEI Banten (Rizal Umami)
Ketua Pelaksana : Siti Rosita Sari
Sekertaris : Hatma
Bendahara : Vinky
Seksi-seksi :

ACARA
SPONSORSHIP
KONSUMSI
PUBDEKDOK
Nabella
Abdul Muis
Reska
Nurul Fadlillah
Eliana Ulfah
Sofyan Anwar
Alya
Syaripah R
Siti Marifah
Andri
Ely Mustofia
Nurma
Ida
Titin P
Siti Laila Sari
Gita Ulfa Andari
Gustrian
Firman
Emma
Andi
Rozak
Subowo S
Risma
Elwis
Ade Rifia
Dimas MT
Agustiah
Fitria Tanzila
Anis
M. Fiqih
Pungki
Hesti
Gisma
Dedi Sutendi
Syarah
Masfiroh
Amin Rohani
Faudzul Adzim
Faradillah
Sunaenah
Sri
Agustian Maulana
Eva
Mamay
Yulis
Abu Fikri
Anjani
Ana Nur
Tiara
Hanif Farhan
Zain
Fety
Lili Rojali

Andika
Aisyah
Maman S

Tati
Ahmad Ismail

Peserta terdiri dari 16 ikhwan dan 48 akhwat, yang berasal dari kampus/ universitas;
1.    1. UNTIRTA
2.    2. IAIN SMH Banten
3.    3. WASFAL
4.    4. UNMA
5.    5. STIA Banten
6.    6. STIE SEBI

Acara ini bertema “Membentuk Karakter Ekonom Rabbani sebagai Revitalisasi Modal Sosial dalam Pembangunan Ekonomi Desa.” Mengingat begitu pentingnya karakter ekonom rabbani yang harus dibentuk sejak dini, dimana bertujuan untuk menunjang sumber daya manusia dalam pembangunan desa baik secara infrastruktur maupun sistem yang akan diterapkan di dalam sektor tersebut; yakni berlandaskan atas Al-Qur’an dan Sunnah. Mengapa FoSSEI Banten memilih tema tersebut? Mengapa terkait pembangunan desa? Jawabannya adalah; karena tema tersebut disesuaikan dalam tema Temilnas (temu ilmiah nasional) yang telah diamanahkan di Regional Banten.
Lalu siapa saja pemateri dalam Acara tersebut :
1.    1. Muhammad Farid (pengurus MES Banten, penulis buku “Allahpun Taubat”, dan bekerja di “Kantor Ojeg Amanah”)
Membahas; TAUHID EKONOMI
2.       2.  M. Irfan Dadi (Praktisi Bank Muamalat)
Membahas; Ekonomi Syariah
3.     3. Iyan Fitriyana, M.Pd (Dosen di Universitas Wastfal, penulis buku, Wakil ketua DPD KNPI Banten, Wakil Sekretaris PCNU Lebak)
Membahas; Membentuk Karakter Ekonom Rabbani sebagai Revitalisasi Modal Sosial dalam Pembangunan Ekonomi Desa.
4.      4. Qomi Uthugyan (Bergerak di bidang traveling)
Membahas; Optimalisasi Wisata Syariah Pedesaan
5.      5.  M. Ujang Kurnia (Dirut. Ojeg Amanah)
Membahas; Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship dalam menyambut MEA 2016
6.      6.  Miatul Chumro (entrepreneur MiaShop)
Membahas; Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship dalam menyambut MEA 2016
7.      7.  Rizal Umami (Kooreg FoSSEI Banten)
Membahas; Ke-FoSSEI-an

Dokumentasi:

























           Semoga bermanfaat. Wassalammu'alaikum Wr. Wb :)           

Minggu, 29 November 2015

Hari ini mungkin "Angin", Esok pasti "Badai


(oleh : Syaripah Rahmawati)

Jika diam lebih menenangkan, mungkin ksatria takkan pernah berhasil untuk menang. Jika tidak mengetahui adalah sebuah kesenangan maka yang lebih tahu akan merasa tidak lagi dibutuhkan. Adakah sampai hari ini yang berfikir; bahwa menuntaskan bukanlah sebuah “pilihan” melainkan sebuah “keharusan”? Atau ada yang telah faham namun tetap diam? Tahukah bila sebuah amanah disentuh oleh tangan-tanganmu, ia akan berpindah alih untuk dipertanggungjawabkan? Atau mungkin kita lupa telah berjanji pada sebuah kitab suci; Al-Qur’an?

Teman, hari ini angin menyapaku. Ia mulai baik mengabarkanku sebuah hal mengenai dirinya dan kehidupan yang persis sama. Kau tahu apa? Lihatlah, saat ia berhembus menembus dinding hingga ari. Berjalan dengan alur tanpa ada yang melihatnya, namun setiap jiwa merasakan kehadirannya. Ia tetap sendiri, menghilang dan mengisi. Teman? Bisakah kita menjadi angin? Yang selalu mengisi dan menghilang untuk menembus dinding-dinding kehidupan? Mendobrak pergerakkan dengan alur yang tertata hingga pulang? Atau kita coba untuk sekedar mempelajarinya; ia diam dan menikmati kesakitan meskipun hanya berhembus sendirian.

Teman, ataukah kita memilih untuk menjadi badai? Yang datang bergerombolan dan terus menyisakan suara yang bingar? Suara yang terus merusak setiap pendengarnya. Ia tampak besar dengan sebuah pergerakkan yang cenderung melumpuhkan dan memusnahkan lingkungannya. Berdiam pada satu titik kenyamanan yang melumpuhkan. Berputar cepat hingga kasat untuk dilihat. Setidaknya kita mempelajari tentang badai; bergerombolan dengan sebuah pergerakkan yang cenderung merusak lingkungan.

Setiap langkah yang kita ambil sendiri terlihat ego yang menyelimuti; tapi tanpa sadar kita telah berhasil memandirikan diri untuk tidak meringik, mengeluh dan mengadu selain kepada Sang Maha Pencipta; Allah SWT. Semoga setiap langkah yang dilajani tersimpan kemudahan untuk menekuni. Jika tekun telah mengisi diri, semoga Allah SWT meridhoi. Aamiin. 

Senin, 12 Oktober 2015

Mengapa harus memilih KES ?


Mengapa harus memilih KES (Komunitas Ekonomi Syariah) ?
(Oleh : syaripah rahmawati)

Serang, 12 Oktober 2015

Bismillahirrahmanirrahim

Sobat KES, entah mengapa aku ingin berbagi ceritaku yang terjalin hampir satu tahun silam. Pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terhebat, namun ada sebuah ungkapan yang tak kalah pentingnya,  yaitu  “Setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah”. Sahabatku selalu berkata : kita tak akan pernah mengetahui suatu perkara jika tak berani masuk kedalam perkara tersebut.

Pertama kali kaki ini berpijak pada Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten di jurusan Perbankan Syariah, aku begitu bimbang dan penuh rasa pertimbangan. Apakah aku bisa menggapai impianku disini? Inilah yang terus meradang di hatiku. Lambat launku jalani, ku mengerti, ku simak jati diri yang mulai nampak. Basic yang cenderung tidak terarah agamais membuatku sulit untuk mencerna Mata Kuliah disini, namun rasa ingin tahu itu selalu hadir karena aku harus membekali diri dengan pengetahuan yang mendalam.

Seorang teman. Lagi, lagi seorang teman. Ia mengajakku untuk mengikuti Komunitas yang begitu asing, bahkan akupun tidak mengerti sistem apa yang akan diterapkan didalamnya. Kucoba membaca setiap kata pada rilisnya, sepertinya sejalan dengan visi jurusanku. Akupun tertarik mengikutinya. Inilah Organisasi pertamaku, Komunitas Ekonomi Syariah.

Diklat Ekonomi Syariah telah berlalu. Sedikit demi sedikit ilmu pengetahuan ekonomi syariahku bertambah. Kajian rutin aku sempatkan untuk tetap hadir.  Sharia Economist Training, tahap kedua pengkaderan. Tibalah Temu Ilmiah Regional, dimana kemampuan berbicaraku menjadi tantangan yang harus kutepis dengan nafas panjang. Kalau boleh jujur, aku lebih memilih bekerja dibelakang layar daripada menjadi public speaking. Tapi, ada suatu pelajaran yang aku petik disini, KES membuatku berani mengeksplor diri pada khalayak. Disinilah, aku mendapatkan sesuatu yang tidak aku dapatkan di tempat lain. Dan mungkin tidak semua orang mendapatkan sesuatu sepertiku. Begitulah ilmu, dirasakan ketika kita telah mencapai lelah, diraih dengan jalan susah payah.

Pengumuman Juara Olympiade Temu Ilmiah Regional telah diumumkan. Alhamdulilah, Kami (Tim berisi tiga orang : Aku, Mustinah, dan Gita) menjadi Juara ke-3. Peringkat yang begitu sederhana namun sangat bermakna bagi kami. Karena jika diperhatikan kami merupakan pemula di ajang pelombaan edukatif ini.

Di lain waktu, Allah memberikan rezeki sekaligus ujian bagiku. Aku meraih IPK genap 4,00. Angka yang sempurna. Setiap teman yang mengetahui hal ini dengan sigap bertanya padaku “Bagaimana caranya?” Aku hanya tersenyum dan terdiam. Setiap mahasiswa/i memiliki prinsip dan sudut pandang yang berbeda. Ada yang berpendapat bahwa nilai tidak penting dalam artian IPK apalah artinya. Disisi lain ada yang mengatakan ini penting bahkan jauh lebih penting. Aku ingin menyampaikan bahwa IPK akan menjadi penting bagi mereka yang memiliki target dalam belajarnya. Menjadikan tolak ukur manajemen waktu, fikiran, dan tenaga mereka dalam menyusun sasaran kesuksekan ilmu yang ditekuni. Dan IPK menjadi tidak penting bagi mereka yang menganggap bahwa nilai adalah khiasan, bukan berarti mereka tidak mempunyai target belajar hanya saa ada hal lain yang menjadi prioritas selain sebuah nilai yang terpampang jelas pada KRS dan KHS.

Lalu untuk apa organisasi bagi kita? Apa pengaruhnya? Inilah yang selalu dipertanyakan khususnya bagi mereka yang awam berorganisasi. Sedikit aku jelaskan, kemampuan kita terdiri dari IQ, EQ, SQ, AQ, dan ESQ. IQ adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis dan logika. Sedangkan EQ adalah kemampuan berkomunikasi. SQ yakni kemampuan memahami arti hidup. AQ merupakan kemampuan menghadapi kesulitan, Sedangkan ESQ gabungan dari pengendalian kecerdasan, emosi dan spiritual. Jadi pada intinya didalam organisasi kita dapat mengasah kemampuan IQ, EQ, SQ, AQ, dan ESQ kita dimana tidak kita dapatkan baik di lingkungan rumah, perkuliahan, maupun lainnya. Dan pada kenyataannya KES mengajarkan itu semua padaku.

Setiap orang memiliki karakter yang berbeda. Ada yang bersifat extrovert adapula yang introvert. Keduanya saling berlawanan tapi dalam menempuh sebuah kesuksesan haruskah kita hanya berdiam diri saja? Apa kita hanya bisa menjadi pengeritik daripada pendobrak? Apa kita hanya bisa memikirkan kenapa masalah bisa hadir tanpa memikirkan bagaimana menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut? Inilah mental bagi seseorang yang sudah selesai sebelum berperang.

Sobat, hidup bukanlah tentang berapa banyak kenikmatan yang kita dapatkan namun berapa banyak ilmu dan kebaikan yang kita berikan dan kita terima. Apa salahnya menjadi seseorang yang berbeda dengan menghabiskan fikiran, waktu dan biaya untuk kebaikan kita daripada hanya berdiam diri menikmati dan mengeritik karya orang lain. Inilah saatnya kita berkarya, menunjukkan karya terbaik di kehidupan yang penuh fana ini. Bukankah hanya orang-orang berpikir yang senantiasa mengembangkan kemampuannya? Dan selalu taat akan kehendak-Nya?

Wallahualam. Marilah kita sama sama belajar menjadi manusia yang berakhlakul karimah dalam suatu wadah yang telah berdiri sejak 7 tahun lamanya. Merajut ukhuwah dalam dakwah bernuansa ilimiah. Komunitas Ekonomi Syariah. :)







Sabtu, 10 Oktober 2015

Jodoh adalah fitrah


Bismillahirrahmanirrahim

"Belum memikirkan jodoh bukan berarti tidak ingin menikah. Tapi aku percaya cinta adalah  sebuah fitrah yang dikaruniai oleh-Nya."
-Syaripah Rahmawati-

Serang, 11 Oktober 2015

Setiap individu memiliki pemikiran, cerita, bahkan kenangan terpahit sekalipun. Rasa sakit, senang, gelisah, dan bimbang seakan meradang membias mengukir tatto yang berdenyut perih didalam dada. Terkadang terbayang disaat malam menyapa, sehingga luput jika kisah itu telah usai. Haruskah diulang? bahkan, hatipun terus bertanya. Kemerdekaan hati begitu penting untuk dipelajari namun begitu indah untuk dimaknai.

Dalam hidup, aku pernah gagal. Dan itu yang membuatku berhenti untuk tetap tinggal. Apakah aku salah? Kucoba bertanya kepada angin yang berhembus. Kudapati ia pergi, terus beranjak. Kuperhatikan matahari dan bulan. Mereka tak beriringan namun saling mengalah untuk tetap bertahan di malam dan  siang petang. Apakah cinta seperti itu, tak bersama namun mengerti satu sama lainnya?

Dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum :21

ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷br& t,n=y{ /ä3s9 ô`ÏiB öNä3Å¡àÿRr& %[`ºurør& (#þqãZä3ó¡tFÏj9 $ygøŠs9Î) Ÿ@yèy_ur Nà6uZ÷t/ Zo¨Šuq¨B ºpyJômuur 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbr㍩3xÿtGtƒ ÇËÊÈ   

Artinya :
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir"

Hidup bukanlah tentang jodoh melulu. Kita perlu bernafas, beribadah, belajar, dan lainnya. Tapi pada kenyataannya jodoh adalah pembahasan yang menarik perhatian setiap insan yang hidup di dunia ini. Permasalahannya adalah mereka sibuk siapakah jodoh bukan memikrkan cara memperbaiki diri untuk mendapatkannya dan berikhitar dengan berdo'a agar dipermudah dan diberikan petunjuk oleh Illahi Rabbi.

Pada saat ini, aku mengerti bahwasannya cinta adalah sebuah fitrah yang lahir begitu saja. Tanpa diduga, namun kita patut untuk mengendalikannya. Karena cinta membuat kita lebih memaknai hidup dan menghargai diri kita sendiri. dan karena cinta juga kita tetap bersemangat untuk melakukan pekerjaaan atau aktivitas. Begitulah cinta,indah jika kita artikan dengan benar. Dijalankan dengan tujuan beribadah.lillahi ta'ala. 

Lalu bagamaina dengan cinta yang dahulu kita maknai dengan pemikiran yang salah? Kita jalani dengan syahwat? Dengan begitu timbul rasa sakit yang mendalam? Bijaklah dan dewasalah. Cinta yang kita artikan dengan benar tidak akan menimbulkan kesakitan. karena dalam kenyataannya ia lahir begitu saja, mengagumi dalam diam, meskipun tak menyatu tetap istiqomah dalam praktiknya. 

Sebagaimana Firman Allah Surah Al-Baqarah : 216 

|=ÏGä. ãNà6øn=tæ ãA$tFÉ)ø9$# uqèdur ×nöä. öNä3©9 ( #Ó|¤tãur br& (#qèdtõ3s? $\«øx© uqèdur ׎öyz öNà6©9 ( #Ó|¤tãur br& (#q6Åsè? $\«øx© uqèdur @ŽŸ° öNä3©9 3 ª!$#ur ãNn=÷ètƒ óOçFRr&ur Ÿw šcqßJn=÷ès? ÇËÊÏÈ  

Artinya :
"Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Jodoh bukanlah tentang ia yang selalu ada dibenakmu karena boleh jadi itu bukanlah yang terbaik untuk dirimu. Tetaplah tebarkan kebaikanmu. Jalani hidupmu yang penuh berwarna dengan aktivitas yang bernilai positif. Ingat! hidup bukanlah tentang Jodoh melulu, berhentilah untuk memikirkan sesuatu dengan berlarut-larut hingga kita melupakan kewajiban kita hari ini demi menerka-nerka sesuatu yang masih direncanakanya. Belum memikirkan jodoh bukan berarti tidak ingin menikah namun inilah proses bagaimana menjadi pribadi yang baik serta mendapatkan jodoh terbaik. Amiiin. 

Semoga bermanfaat. Wassalam